Login anggota

User/Email
Password
      Daftar | Lupa Pass?

Kategori Berita

Agenda PP. Nurul Cholil

« Sep 2014 »
M S S R K J S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11

Activity Feed

Statistik Situs

Visitors:92800Users
Hits:231690Hits
Month:1052Users
Today:108Users
Online:1Users

Polling

Tampilan NurulCholil.net menurut anda?

 

Nurul Cholil Tetap Mempertahankan Nama Baik Bangkalan

Kategori: Kabar Pesantren - Senin, 16 April 2012 22:00:38 - Oleh : HASAN - dibaca 891 kali
Nurul Cholil Tetap Mempertahankan Nama Baik Bangkalan

Lomba membaca kitab kuning atau Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) III tingkat Jawa Timur yang digelar sejak 9 Mei hingga 12 Mei 2011 yang bertepatan di Pon-Pes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, tampaknya membawa berkah tersendiri bagi kafilah Kabupaten Bangkalan yang di kenal dengan kota santrinya. Pasalnya, salah satu santri Pon-Pes Nurul Cholil berhasil meraih juara dalam event tersebut, dengan kesuksesan ini Nurul Cholil mampu mempertahankan gelar yang telah diperoleh dari MQK II tahun 2008 yang dilaksanakan di Jember. Atas raihan tersebut diharapkan PP. Nurul Cholil bisa lulus sleknas  sehingga bisa ikut andil dalam event MQK nasional III yang akan  di gelar tanggal 18-14 Juli mendatang di Ponpes Darunnahdatain NW Pancor Lotim Nusa Tenggara Barat NTB. Sebagaimana kesuksesan yang telah dicapai di MQK Nasional II yang dilaksanakan di Pon-Pes Al-falah Landasan Ulin Banjar Masin Kalimantan Selatan.

 PP. Nurul Cholil salah satu pesantren terbesar di Bangkalan ini memang memprioritaskan pendidikan, contoh kecilnya dalam bidang musyawaroh yang tergabung dalam Majlis Musyawaroh Mingguan & Bulanan (M3B) dan Forum Musyawaroh Kubro (FMK) sehingga tidak sedikit dari santri Nurul Cholil menguasai isi kandungan dari kutubussalaf itu sendiri, terbukti Nurul Cholil sudah dua kali menjadi tuan rumah dalam ajang Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Se Jawa Bali yang tepatnya pada tahun  2009 & 2001 lalu, itu karna santri Nurul Cholil mampu mendominasikan bidang musyawaroh yang mengkaji isi dari kutubussalaf itu sendiri dan dalam hal ini tidak hanya nama Nurul Cholil saja dapat mencapai kesuksesan dalam tingkat nasional bangkalan pun bisa di pastikan akan menjadi ikon kota pesantren yang mengeluarkan kualitas santri dalam bidang Qurrotul Kutub, dan di harapkan Dengan kegiatan ini (MQK) dapat mampu kembali mengangkat nilai-nilai pesantren yang saat ini mulai pudar, dan bisa membantu para santri untuk tetap semangat dalam menggali, mengkaji kandungan kitab kuning, dan dapat memasyarakatkan moral-moral yang terkandung dalam kutubussalaf  khususnya kota salak ini (red.julukan kota bangkalan) lebih-lebih kitab Al-Qur’an, yang merupakan pedoman hidup bagi umat Islam yang sekarang ini mulai terjamah oleh tangan-tangan kafir contoh kecilnya pada pertengahan bulan November 2010 lalu di sebuah kota New York Amerika Serikat melakukan aksi pembakaran Al-Quran secara masal, dan hal itu membuat heboh mata umat islam dunia dan tuain protes dari berbagai kalangan Negara, danTentunya merupakan kewajiban umatnya untuk menggali dan mengkajinya, sehinggga tahu apa isi dan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an tersebut untuk selanjutnya dapat diamalka dalam kehidupan sehari-hari dan menjaganya dari setiap tuaian orang kafir, dan tentunya Banyak sekali keindahan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an yang bisa dikembangkan, dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kalau kita melihat sejarah ulama’ salaf, mereka  tidak rela kehilangan secuil waktu mereka untuk membaca hanya karena perjalanan. Sebab itulah, ada yang sampai meninggal karena tertabrak, ada pula yang jatuh dari lereng bukit karena ”mental” ini.

Ada juga ulama’ Setelah malaksanakan shalat Jumat, tidak keluar masjid, kecuali setelah melaksanakan shalat Ashar. Dengan tangan yang tidak pernah melepas kitab, dia keluar. Tidak ingin waktunya habis hanya untuk berjalan, sambil mengayunkan kaki pun, dia menelaah kitab tersebut.  Jika orang lain mengundangnya untuk datang, ia memberi syarat agar pengundang menyediakan tempat yang cukup baginya, agar ia bisa menaruh kitab dan membacanya.

Begitulah para ulama kita menjaga waktu. Usaha apa pun mereka lakukan agar tidak ada waktu terbuang sia-sia, walau kadang dengan cara-cara yang amat berisiko. dengan sejarah ini mudah-mudahan mampu dijadikan uswah oleh santri Pondok Pesantren untuk tetap menjadikan kitab kuning sebagai pijakan.  

Berita "Kabar Pesantren" Lainnya

Copyright © 2012 Nurul Cholil Tetap Mempertahankan Nama Baik Bangkalan | Pondok Pesantren Nurul Cholil - Online. All right reserved
Jl. KH. Moh. Kholil 3/10 Demangan Barat Bangkalan Jawa Timur - Indonesia, Telp: 031-3096564 email: pp@nurulcholil.net
Home | Terms of Service | Privacy Policy | Trademarks | SiteMap | RSS Feed | Kontak Kami