Kunjungan Syaikh Toha Abd. Hamid dari Yaman

Selasa, 5 Maret 2019 07:11:08 - Posting by ncmedia - 395 views

Kunjungan Syaikh Toha Abd. Hamid dari Yaman
KH. Zubair Muntashor, Pengasuh PP. Nurul Cholil bersama Syaikh Toha Abd. Hamid dan Penerjemah

NCMedia, Bangkalan - Senin kemarin (04/03/2019) Pondok Pesantren Nurul Cholil kembali mendapatkan kunjungan tamu ulama besar. Adalah Syaikh Toha Abd. Hamid Hamady, seorang ulama asal negeri Yaman yang menyempatkan datang bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nurul Cholil melalui kegiatan Muhadlarah Al-Ammah . Di Aula Utama, kunjungannya penuh dipadati ribuan santri yang dengan antusias menyimak tausyiyah beliau. bahkan, karena lokasi yang terbatas, banyak di antara santri-santri yang sampai harus rela berdiri di luar aula karena tidak mendapatkan tempat duduk jatah.

Dalam Muhadlarah Al-Ammah ini , beliau menyampaikan lebih dari empat poin penting. Pertama, tentang keutamaan mencari ilmu di pesantren. Seorang santri patut bersyukur karena bisa belajar ilmu agama, nahwu shorof, tafsir, akidah dan lainnya di pesantren yang didirikan oleh para ulama' yang mengikuti jejak salafusshaleh , yaitu menjaga ilmu dan akidah yang baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Beliau meyakinkan hadirin selama masih ada pesantren yang mengajarkan tentang agama, ilmu dan akidah yang baik maka jelas kebaikan akan tetap di daerah tersebut. 

Kedua, Syaikh Toha Abd. Hamid Hamady menyinggung tentang munculnya orang-orang di jaman sekarang yang belajar ilmu agama hanya melalui internet, elektronik atau terjemahan sehingga menghasilkan mudlorrot pada dirinya dan orang lain. Beliau mengutip pendapat ulama salaf  "Barang siapa yang gurunya melalui kaset maka jelas banyak kelirunya dari pada benarnya."

Ketiga, beliau mengajak kepada hadirin agar tidak terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang mengajak pada akidah yang menyimpang. Kelompok tersebut menyalahkan ulama-ulama yang telah lama belajar di pesantren yang ilmunya lebih tinggi dari mereka. Karena itu, mereka banyak mengkafirkan ibunya Nabi Muhammad. Untuk itu, kita patut bersyukur berada di pondok pesantren bisa diselamatkan dari kelompok-kelompok yang akidahnya menyimpang yang bisa meyebabkan Su'ul Khotimah. 

Terakhir, beliau mengajak lagi untuk peduli dengan pentingnya belajar ilmu agama dengan tekun dan benar.  "Aljihadu Nau'ani Qitalul Kuffari Watholabul Ilmi". Jihad itu ada dua, pertama yang memerangi orang kafir yang mana di zaman sekarang sangat sulit, kedua mencari ilmu. Disebutkan bahwa siapa saja yang keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu maka orang tadi jihadnya sampai pulang. Untuk itu, diharapkan para santri agar bisa menjaga tata cara belajar yang benar dan baik sehingga akan tampak barokahnya belajar. Beliau juga berharap agar para santri bisa menjaga sholat berjamaah, sholat Rowatib,  sholat Witir, sholat Duha dan membaca ayat Al-Quran sehingga dengan amalan-amalan tersebut bisa menjadikan hatinya bercahaya dan akan dibukakan kepahaman-kepahaman yang baik.

Acara yang juga dihadiri para alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Nurul Cholil ini berlangsung dengan khidmah dari pukul 19.30 hingga 21.00 WIB. Pemungkas acara ditutup dengan do'a dan pembacaan Shalawat Syarafal Anam. 

Tags #muhadlarah