Sambangi PPNC, Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas Disambut Ribuan Santri dan Alumni

Selasa, 9 April 2019 02:49:12 - Posting by ncmedia - 573 views

Sambangi PPNC, Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas Disambut Ribuan Santri dan Alumni
KH. Zubair Muntashor (Pengasuh PPNC), Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas serta Penerjemah

Nurulcholil.net -  Pondok Pesantren Nurul Cholil (PPNC) kembali kedatangan tamu mulia dari kota seribu wali Tarim Hadhramaut pada Senin kemarin (08/04/2019). Beliau adalah al-Habib Umar bin Abdurrahman al-‘Atthas. Beliau masih salah satu keturunan penyusun Raatib al-‘Atthas. Ini merupakan kesekian kalinya Pondok Pesantren Nurul Cholil kedatangan tamu mulia dari Yaman. Kunjungan salah salah satu guru besar pesantren Rubath Tarim ini, dimulai ba’da shalat Ashar kira-kira pukul 16.00 WIB.

 

Acarapun dimulai dengan ucapan salam, hamdalah dan shalawat sebagaimana lazimnya seorang ulama’ dalam membuka majlis ilmu yang dipimpinnya. Kemudian beliau menjelaskan bahwasanya termasuk nikmat Allah yang agung yaitu adanya pondok pesantren. Dan didalam pondok pesantren adanya para guru yang dengan susah payah mengajarkan ilmu agama. Mereka para guru serta para ulama memberikan keamanan untuk umat nabi Muhammad. Karena termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah dicabutnya ilmu dari dunia dengan meninggalnya para ulama.

 

Selain menjelaskan pentingnya belajar ilmu agama, beliau juga menjelaskan pentingnya sumber ilmu atau dari mana kita mendapatkan ilmu. Beliau berpesan akan pentingnya belajar melalui guru, agar pemahaman agama kita tak melenceng dari apa yang rasul telah ajarkan. Dengan belajar dari guru yang juga belajar dari gurunya, maka mata rantai keilmuan kita akan sampai pada imam-imam madzhab hingga sampai kepada Rasulullah. Beliau mengutip sebuah hadits yang esensi dari hadits tersebut mengajarkan kita agar ketika kita belajar sebuah ilmu harus dari guru, berikut haditsnya:

 عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .

Dari Umar radhiyallahu anhu, ia berkata, “Suatu hari ketika kami duduk-duduk di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba datang seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menempelkan kedua lututnya kepada lutut Beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di paha Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, sambil berkata, “Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku tentang Islam?” Rasulullah menjawab, “Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika kamu mampu”, kemudian dia berkata, “Engkau benar.” Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?” Beliau bersabda, “Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” Dia berkata, “Engkau benar.” Kemudian dia berkata lagi, “Beritahukanlah kepadaku tentang ihsan.” Beliau menjawab, “Ihsan adalah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak merasa begitu, (ketahuilah) bahwa Dia melihatmu.” Kemudian dia berkata, “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan terjadinya).” Beliau menjawab, “Yang ditanya tidaklah lebih mengetahui dari yang bertanya.” Dia berkata, “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya?“ Beliau menjawab, “Jika seorang budak melahirkan tuannya dan jika kamu melihat orang yang sebelumnya tidak beralas kaki dan tidak berpakaian, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunan,” Orang itu pun pergi dan aku berdiam lama, kemudian Beliau bertanya, “Tahukah kamu siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Dia adalah malaikat Jibril yang datang kepadamu dengan maksud mengajarkan agamamu.” (HR. Muslim)

 

Terakhir beliau menambahkan, bagi para santri kalu ingin sukses maka harus menjaga akhlaq dan adab dalam menuntut ilmu. Adab dalam menuntut ilmu sangat banyak, namun yang terpenting adalah niat yang baik dalam menuntut ilmu dan menjaga Akhlaqul Karimah. Sedangkan tanda bahwa niat seorang santri itu baik adalah sebagaimana yang telah disampaikan Imam Ghazali, “Penuntut ilmu itu niatnya baik bisa dilihat dari tanda-tanda berikut (1) Bertambah takut pada Allah, (2) Senang melakukan perbuatan-perbuatan akhirat.

 

Acara yang dihadiri ribuan santri, alumni dan simpatisan ini berakhir menjelang adzan maghrib. Semoga dengan kedatangan beliau menjadi tambahan ilmu bagi santri-santri dan muhibbin Pondok Pesantren Nurul Cholil.

Tags #habib umar