Lajnah Falakiyah Nurul Cholil Prediksi Gerhana Bulan Parsial

Selasa, 16 Juli 2019 17:36:42 - Posting by ncmedia - 472 views

Lajnah Falakiyah Nurul Cholil Prediksi Gerhana Bulan Parsial

إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَآيَتَان مِنْ آيَاتِ اللّه  لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدوَلاَلِحَيَاتِه فَإِذَارَأَيْتُمُوهُمَافَادْعُوااللَّه وَصَلُّواحَتَّى يَنْجَلِي

Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah sebuah tanda dari tanda – tanda kekuasaan Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, Maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Terjadinya gerhana bulan adalah sebagai akibat dari revolusi bulan mengelilingi bumi dan revolusi bumi mengelilingi matahari. Dalam revolusinya bumi menghasilkan bayang-bayang yang sangat panjang menjauh dari matahari (panjangnya mencapai ribuan kilometer).

Bayang-tersebut terdiri dari dua macam bagian, yaitu, bayang-bayang yang sangat gelap di sebut umbra atau bayang-bayang inti; dan bayang-bayang kabur, di sebut panumbra atau bayang-bayang semu. Semakin jauh dari bumi bentuk umbra semakin kecil. Akan tetapi bentuk panumbranya semakin besar. Akibat adanya umbra dan panumbra inilah gerhana bulan dapat terjadi.

Menurut perhitungan ilmu Falak insyaAllah akan terjadi Gerhana Bulan parsial atau sebagian yang di perkirakan jatuh pada malam Rabu pon tanggal 14 Dzul Qo’dah 1440 H./ 17 Juli 2019 M. Dengan durasi 2 jam 57 menit 45 detik.

 

Adapun data Gerhana Bulan sebagai berikut:

Tahapan Gerhana

Jam

Tinggi

Azimut

Awal Panumbra

01:44:01 WIB

54°19’ 45”

241° 36’ 31”

Awal Gerhana

03:01:55 WIB

37°27’ 52”

247° 41’ 07”

Tengah Gerhana

04:30:52 WIB

17°31’ 42”

249° 13’ 00”

Akhir Gerhana

05:59:49 WIB

-02°20’ 17”

247°40’ 42”

Akhir Panumbra

07:17:43 WIB

-19°24’ 28”

243°55’ 41”


Menurut Ketua Lembaga Falakiyah Pondok Pesantren Nurul Cholil (LFNC), Ust. Zaini Dahlan bahwa gerhana bulan parsial insyaAllah akan nampak perkiraan pada pukul 03:01:55 WIB dan akan berakhir perkiraan pukul 05:59:49 WIB, sedangkan menurut beliau shalat gerhana mulai sunah dilakukan ketika gerhana bisa disaksikan mata. "Shalat gerhana bulan sunnah dikerjakan manakala gerhana kelihatan mata, bisa disaksikan mata, yaitu antara fase awal gerhana bulan sebagian sampai akhir gerhana bulan sebagian,"  imbuhnya.

 

Adapun Secara Teknis Tata Cara Shalat Gerhana Sebagai Berikut : 

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى


2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. 

13.Salam.

 

Markaz:

PP. NURUL CHOLIL, Lintang: 07°01’ 51.7” LS, Bujur : 112°44’ 37.46” BT,  TT : 3 Mtr

Dihisab oleh:

LFNC (Lajnah Falakiyah Nurul Cholil)

 

Tags #lajnah falakiyah nurul cholil

Terkini
Post Categories