Urgensi Peran Orang Tua Mensukseskan Anaknya di Pesantren

Senin, 22 Juli 2019 22:38:58 - Posting by ncmedia - 656 views

Urgensi Peran Orang Tua Mensukseskan Anaknya di Pesantren

Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.

وَ عَنْهُ اَيْضًا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ مَا مِنْ مَوْلِدٍ اِلَّا يُوْلَدُ عَلَى الْفِتْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah juga, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang manusia yang terlahir kecuali dia terlahir atas fitrah (kesucian seperti kertas yang belum ditulis apapun, masih putih). Maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi".
 

Hadits yang sangat populer ini menegaskan bahwa sesungguhnya semua manusia baik karena lahir dalam keadaan suci. Ibarat kertas, semua manusia itu terlahir seperti kertas putih, tanpa noda, tanpa cacat. Hadits itu juga menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran besar terhadap warna keagamaan anaknya. Orang tua dapat memengaruhi keagamaan anaknya menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi. Hadits itu juga memberikan kepahaman bahwa orang tua memberikan andil besar dalam pendidikan anaknya.

Pada dasarnya kewajiban mendidik anak, baik putra atau putri dibebankan kepada orang tua, dan kewajiban ini sifatnya umum, mulai dari mengajari hal yang baik yang harus selalu dilakukan dan tidak melakukan hal yang buruk. Mulai dari belajar bicara, berjalan dan bersekolah.  Setelah mulai remaja, harus diajari hal-hal yang akan menjadi kewajiban bagi mereka, seperti  cara berwudlu’, sholat, puasa dan kewajiban lainnya. Bahkan perkara sunnah pun  harus diajari, seperti sholat sunnah, bersiwak dan kesunnahan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, seperti yang telah kita saksikan bersama bahwa semua kewajiban di atas oleh sebagian besar orang tua diwakilkan atau dipasrahkan kepada seorang kiyai atau ustadz yang dianggap sepuh dan lebih mampu serta pengalaman dalam permasalahan ilmu agama. Alasannya berbeda-beda,  ada yang memang kedua orang tuanya kurang memahami permasalahan agama, ada pula yang karena sibuk, dan ada pula yang anaknya sedikit tau, namun dia (orang tua) ingin anaknya tau banyak tentang Ilmu Agama. Dan dari alasan-alasan ini yang terpenting dari para orang tua ingin anaknya mendapat ilmu manfaat dan barokah para kiyai yang memang ilmunya bersanad (mempunyai mata rantai) pada Rasulullah Saw.

Terlepas dari alasan-alasan di atas, untuk saat ini derasnya arus teknologi  yang tidak bisa dibendung dapat mempengaruhi proses pembelajaran seorang anak, memang idealnya seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk tau tatacara berwudlu’ dan sholat saja melainkan ajaran agama yang lain sekiranya dapat membendung arus teknologi. Dalam hal ini Pesantren lah yang memiliki segudang pengalaman dan metode untuk membantu dalam mempelajari ilmu agama secara mendalam.

Oleh sebab itu bagi para orang tua yang sudah memodokkan anaknya di pesantren, sudah sangat tepat, tapi perlu diingat bahwa pesantren hanyalah wakil dari orang tua untuk melaksanakan kewajiban mencari ilmu. Orang tua harus membantu dan mendukung secara penuh tata tertib dan peraturan yang ditetapkan di Pesantren.

Selain itu peran orang tua sangatlah penting dakam mensukseskan anaknya yang ada di Pesantren. Jangan hanya menitipkan dan setelah itu tidak mau tahu perkembangannya. Jangan hanya menjenguk ke pesantren dan memberi kebutuhan materi saja. Karena terkadang ada sebagian orang tua yang mengatakan “Yang penting kerasan di pondok tidak naik kelas tidak apa-apa ”. kayaknya sepele, namun perkataan seperti ini bisa membuat anak tidak semangat dalam belajar. Perkataan seperti ini hendaknya jangan dilontarkan kepada telinga anak kita. Kenapa?, karena khawatir oleh anak tersebut dibuat alasan untuk tidak belajar. Mereka beranggapan bahwa orang tuanya hanya menginginkan dirinya ada di Pesantren walaupun tidak belajar.

Berikut hal-hal yang perlu di perhatikan orang tua untuk membantu dan mendukung pengurus pesantren dalam mensukseskan para santri :

  1. Membantu dan mendukung secara penuh tata tertib dan program  yang sudah dicanangkan Pesantren.
  2. Selalu mensupport anak agar selalu patuh pada peraturan Pesantren, selalu giat mengikuti kegiatan Pesantren.
  3. Memantau perkembangan anak dengan bertanya langsung kepada anaknya atau kepada orang-orang yang bersangkutan, seperti teman atau gurunya.
  4. Mendoakan anak, khususnya bagi para Ibu.
  5. Jangan memfasilitasi anaknya dengan hal-hal yang bisa menggangu proses belajar seperti memberikan HP saat menjenguk anaknya.
  6. Jangan menjenguk atau  menyambangi anaknya pada saat kegiatan atau aktifitas pesantren, seperti sekolah, pengajian atau jam wajib belajar.

 

Penulis: Syifa SQ

Editor: Cholil AR

Tags #peran orang tua

Terkini
Post Categories