Mengenal Tarwiyah, Antara Etimologi dan Terminologi

Rabu, 29 Juli 2020 00:03:04 - Posting by ncmedia - 461 views

Mengenal Tarwiyah, Antara Etimologi dan Terminologi

Tanggal 8 dzulhijjah disebut juga dengan istilah hari tarwiyyah, dan puasa dihari tersebut disebut dengan puasa Tarwiyyah. Pertanyaannya kenapa hari ke 8 Dzulhijjah iu dinamakan sebagai Hari tarwiyyah?

Tarwiyyah (تروية) sendiri dalam bahasa Arab (Etimologi) berasal dari Fi’il Rowa-yarwi (روى) yang berarti (1). menceritakan, meriwayatkan, mengisahkan, menarasikan; (2). memancarkan, melewatkan, mengantarkan; (3). mengairi, memberi minum.

Sedangkan secara Istilah (Terminologi), merujuk penjelasan dalam kitab “Al-Mughni”, Imam Ibnu Qudamah menjelaskan kenapa sebab dinamakan hari ke 8 Dzulhijjah itu dengan Hari Tarwiyyah. Setidaknya ada 2 alasan kenapa hari itu dinamakan hari tarwiyyah. (AL-Mughni 3/249)

Pertama : Hari ke 8 itu para haji setelah berihrom, mereka menuju Mina untuk bermalam yang nanti keesokan harinya mereka menuju Arofah. Nah ketika di Mina itu para haji (seperti yang dikatakan Ibnu Qudamah) menyiapkan air sebagai bekal untuk berwukuf di Arofah esok! Menyiapkan air diistilahkan dengan Yatarowwauna (يتروون). Karena ini lah hari ke 8 itu dinamakan hari tarwiyyah. Karena kata Yatarowwauna (يتروون) itu mempunyai asal kata yang sama dengan Tarwiyyah.

Kedua : Di malam hari Tarwiyah itu Nabi Ibrahim as mendapatkan mimpi pertama kali dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail as. Ketika mendapat mimpi itu, diriwayatkan bahwa beliau as “bertanya-tanya” kepada dirinya apakah itu mimpi dari Allah atau dari syaithon? “bertanya-tanya” itu diistilahkan dengan bahasa “Yurowwi” (يروي). dan itu sebab dinamakan hari itu sebagai hari tarwiyyah. dan ketika mimpi itu datang untuk kedua kalinya di malam hari Arofah, Nabi Ibrahim akhirnya yakin kalau itu khobar dari Allah swt. Dan yakin berarti adanya pengetahuan, pengetahuan dalam bahasa Arab disebut dengan kata “Arofa” (عرف). Karena itulah hari ke 9 dinamakan hari Arofah (عرفة).

Pada 8 Dzulhijjah sendiri, kita dianjurkan untuk melakukan amal saleh termasuk puasa sunnah tarwiyah. Kita dimotivasi oleh sebuah hadits yang menyebutkan keutamaan puasa sunnah tarwiyah sebagai berikut: صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Orang yang ingin berpuasa sunnah Tarwiyah (puasa sunnah pada 8 Dzulhijjah) dianjurkan untuk melafalkan niat pada malam hari. Sebelum beduk Subuh, mereka dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tarwiyah berikut ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Adapun mereka yang ingin mengamalkan puasa Tarwiyah dan belum sempat melafalkan niatnya di malam hari dapat melafalkan niat puasa Tarwiyah pada siang harinya. Adapun lafal niat puasa Tarwiyah pada siang hari adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah SWT.”

Wallahu A’lam

Tags #tarwiyah