Hikmah Disyariatkan Berqurban

Kamis, 30 Juli 2020 11:00:00 - Posting by ncmedia - 429 views

Hikmah Disyariatkan Berqurban

Di masa pandemik Covid-19 ini, banyak kejadian-kejadian yang membuat umat manusia pusing tujuh keliling, khususnya warga negara Indonesia. Kejadian-kejadian yang dimaksud adalah kegiatan yang seharusnya berjalan seperti biasanya menjadi macet, bahkan nyaris terhenti, baik itu kegiatan sosial, keagamaan, lebih-lebih ekonomi. Negara-negara yang notabene adalah negara maju saja, sudah ketar-ketir diambang kebangkrutan dimasa pandemik ini, apalagi negara-negara yang masih merangkak menuju kemajuan.

 

Dari kejadian ini, timbullah beberapa aksi sosial dari beberapa elemen masyarakat untuk mengadakan aksi penggalangan dana guna membantu kebutuhan saudara-saudara kita yang terdampak pandemik, kampanye dan seruan berbagi mulai disuarakan oleh publik figur. Akhirnya bantuan sosial demi bantuan sosial mengalir, baik yang dari pemerintah atau dari masyarakat.

 

Tak terasa kita sudah memasuki bulan Dzul hijjah, dimana di bulan ini banyak kejadian-kejadian di masa lampau yang dapat kita ambil hikmahnya, apalagi di masa pandemik ini. Dulu, nabi Ibrahim oleh Allah diuji dengan diperintahkan menyembelih putra kesayangannya yakni nabi Ismail, hal ini sangat terasa berat, dikarenakan nabi Ibrahim yang lama tak kunjung dikaruniai seorang buah hati, harus menyembelih buah hati yang baru dikaruniakan.

 

Akan tetapi dengan hati yang tegar dan ikhlas, nabi Ibrahim melakukan cobaan berat ini, bayangkan bapak mana yang tega menyembelih anaknya. Akhirnya ketika hari di mana Allah memerintahkan penyembelihan itu Allah mengganti nabi Ismail dengan seekor kambing. Ada pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian ini, dan dapat kita aplikasikan di masa-masa sulit seperti sekarang ini, yakni sabar dan selalu ikhlas walau sesulit apapun. Allah berfirman :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. – (Q.S Al-Baqarah: 45)

 

 Selain itu, di bulan Dzul hijjah, umat muslim disyari’atkan ber-udhiyah atau yang lebih populer di Indonesia dengan qurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau unta kemudian dibagi-bagikan ke faqir miskin. Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

 

Disyari’atkannya udhiyah atau berqurban ini, sangat memberikan pelajaran bagi kita di masa-masa sulit pandemic covid-19. Ada dua hikmah berqurban yang dapat kita renungi di masa pandemik covid-19, kata para ulama’ dengan berqurban berarti kita bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita, walaupun hari-hari kita tak seindah kemarin, akan tetapi setidaknya dengan berqurban ada rasa syukur dalam diri kita. Selain mensyukuri nikmat tuhan, hikmah di syari’atkannya berqurban, dapat memberikan kelapangan pada saudara-saudara dan tetangga kita yang kurang mampu, apalagi di masa pandemik seperti sekarang, hewan yang kita qurbankan pasti dapat meringankan kebutuhan saudara-saudara kita.

 

Walhasil, mari jadikan momen Idul Adha ini dengan segala hal yang disyari’atkan di dalamnya sebagai pelajaran dan bahan renungan kita agar kita menjadi bangsa yang kuat. Seperti nabi Ibrahim yang mendapat kebahagian ketika benar-benar ikhlas menjalani ujian Tuhan, kita pun juga pasti akan mendapat kebahagian selepas pandemik ini. Nabi bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكُرَبِ ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Ketahuilah bahwa pertolongan itu datang bersama kesabaran, dan bahwa kebahagiaan itu bersama kesusahan dan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan.

 

Wallahu a’lam

 

               

Penulis : Mochamad Hamim

Tags #kurban #udhiyah #iduladha