Belajar di Luar Kelas Membantu Penyerapan Ilmu dengan Maksimal

Jum`at, 7 Agustus 2020 18:18:50 - Posting by ncmedia - 793 views

Belajar di Luar Kelas Membantu Penyerapan Ilmu dengan Maksimal
Suasana Musyawarah pada hari Selasa malam Rabu di Halaman Madrasah Asrorul Cholil

Belajar di dalam ruangan atau kelas merupakan sistem baku yang mungkin sudah diterapkan di seluruh dunia, baik pendidikan formal ataupun non formal. Akan tetapi, terkadang siswa menjadi bosan karena suasana yang membosankan di dalam kelas, bahkan berefek pada kurang maksimal dalam penyerapan ilmu yang diajarkan.

 

Pada tahun 2011 di Inggris, Anna Portch mendirikan kampanye akar rumput ‘Empty Classroom Day’ (Hari Kelas Kosong) dengan dukungan para guru dan pendidik di London Sustainable Schools Forum (LSSF). Kampanye itu ditujukan untuk mendorong sekolah-sekolah di London untuk belajar di luar ruangan dan untuk merayakan semua pendidikan lingkungan baik yang ada.

 

Gerakan ini tumbuh dari hanya beberapa sekolah pada tahun 2011, menjadi lebih dari 600 sekolah pada tahun 2015. Empty Classroom Day juga sangat mengilhami tim Kotor Itu Bagus Unilever sehingga mereka memutuskan untuk mendukung kampanye ini, bukan hanya di Inggris, tetapi di seluruh dunia. Semble (sebelumnya disebut Project Dirt), sebuah usaha sosial yang dibentuk guna mendukung proyek dan kampanye yang dipimpin masyarakat, bekerja dengan mereka dengan memimpin kampanye global, membangun jaringan internasional serta mengembangkan sumber daya untuk mendukung para guru di seluruh dunia. Negara-negara lain merasa bahwa nama Outdoor Classroom Day (Belajar di Luar Kelas) mewakili dengan baik apa yang mereka rayakan: Belajar dan bermain di luar ruangan. Maka, lahirlah gerakan Outdoor Classroom Day global. Pada tahun 2016, hampir setengah juta anak ikut ambil bagian di 51 negara.

 

Sebenarnya, jauh sebelum di kampanyekan ‘Empty Classroom Day’ yang ditujukan agar siswa belajar di luar ruangan, sistem belajar-mengajar Islam sudah dilakukan di luar ruangan, para ulama-ulama kita sebelum adanya madrasah sudah mengajarkan ilmu-ilmu syar’i di serambi-serambi masjid, di bawah pohon bahkan ada yang di tengah-tengah gurun pasir seperti di Mauritania.

 

Banyak ulama-ulama nusantara kelas dunia terlahir dari belajar di luar kelas seperti Sayyid Ulama al-Hijaz syaikh Nawawi al-Bantany, syaikh Yasin al-Fadani, dan ulama nusantara lainnya. Mereka adalah merupakan cerminan dari kesuksesan metode ulama-ulama terdahulu kita dalam mempraktekkan metode belajar mengajar di luar kelas. Bahkan para sahabat nabi Muhammad yang kedalaman ilmunya diserupakan bintang oleh nabi Muhammad, terlahir dari pembelajaran di luar kelas.

 

Pondok Pesantren Nurul Cholil yang saat ini menjadi trendsetter pondok pesantren di Bangkalan, menerapkan metode belajar di luar kelas, selain juga menerapkan belajar di dalam kelas. Kegiatan belajar di luar kelas ini, dikemas dengan konsep diskusi fiqih yang rutin diadakan setiap malam Rabu. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membantu siswa dalam penyerapan ilmu dengan maksimal.

 

Selain juga memberikan suasana fresh kepada para santri dengan belajar di luar kelas konsep diskusi ini merupakan anjuran agama, Allah berfirman dalam Surat Ali Imran Ayat 159 :

فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

 

Selain dapat mempermudah para santri dalam menyerap ilmu dengan belajar di luar kelas, diskusi atau yang biasa di sebut musyawarah mempunyai banyak manfaat bagi para santri Pondok Pesantren Nuruul Cholil.  Imam az-Zarnuji berkata:

ولا بد لطالب العلم من المذاكرة، والمناظرة، والمطارحة، فينبغى أن يكون كل منها بالإنصاف والتأنى والتأمل، ويتحرز عن الشغب [والغضب]، فإن المناظرة والمذاكرة مشاورة، والمشاورة إنما تكون لاستخراج الصواب وذلك إنما يحصل بالتأمل والتأنى والإنصاف، ولا يحصل بالغضب والشغب..

 “Seorang pelajar seharusnya melakukan Mudzakarah (forum saling mengingatkan), munadharah (forum saling mengadu pandangan), dan mutharahah (diskusi). Seyogyanya, hal ini dilakukan atas dasar keinshafan (kesadaran), tenang dan penghayatan serta tanpa amarah. Munadharah dan mudzakarah adalah musyawarah, sedang permusyawaratan itu sendiri dimaksudkan guna mencari kebenaran. Karena itu, harus dilakukan dengan penghayatan, tenang dan penuh keinshafan. Dan tidak akan berhasil, bila dilaksanakan amarah.”

 

Semoga santri-santri Pondok Pesantren Nuruul Cholil dapat menjadi penerus para pendiri bangsa dan menjadi kader-kader ulama muda agar khazanah keilmuan Islam di nusantara terus berlanjut.

Tags #madrasah #belajardiluarkelas