Mutiara Al-Qur'an; Latar Belakang Penamaan Surat Ali Imran

Senin, 24 Agustus 2020 15:37:37 - Posting by ncmedia - 564 views

Mutiara Al-Qur'an; Latar Belakang Penamaan Surat Ali Imran

Surat Ali-Imron ialah satu surat diantara sekian banyak surat-surat al-Qur’an. Yang terletak di urutan ke tiga setelah surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqoroh. Walaupun sebetulnya surat Al-Imron pernah menjadi surat yang ke dua pada urutan surat-surat al-Qur’an. Latar belakang penamaan surat Ali-Imron, di ambil dari sebuah cerita yang sangat aktual, yang terkandung didalam surat Ali-Imron itu sendiri. Yaitu tentang kehidupan keluarga Imron (Ali Imron) yang patut dijadikan tauladan oleh kehidupan manusia dari masa ke masa. Allah Swt berfirman :

 

 (34) اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ (33) ذُرِّيَّةً ۢ بَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۚ    

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) (33)(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (34)

 

Sejarah mengisahkan, dahulu kala hiduplah seorang perempuan yang ta’at beribadah kepada Allah. Namanya adalah Hannah—yang tak lain adalah istri Imron. Dalam usianya yang telah mencapai setengah abad, ia tak kunjung jua mempunyai seorang anak. Bagaimanapun ia ingin seperti layaknya orang lain, yang mempunyai keturunan yang akan menjadi penerusnya.

 

Keinginannya sungguh besar, hingga ia berjanji kepada Allah, kelak apabila suatu hari nanti dikaruniai anak laki-laki, maka anak itu akan ia hibahkan untuk menjadi perawat Baitul Maqdis. Allah mengabulkan keinginannya untuk mempunyai seorang keturunan. Akan tetapi, kenyataan yang ia hadapi yakni anak yang dilahirkannya berkelamin perempuan. Yang mana hal itu membatasi gerak, langkah dan niatannya untuk menjadikan anaknya pewaris dan penjaga Baitul Maqdis.

 

Bayi perempuan yang dilahirkan oleh Hannah kemudian di beri nama Maryam—yang artinya hamba Allah(dalam bahasa Ibrani). Sebagaimana lazimnya seorang bayi yang baru lahir ke dunia, pastilah dalam keadaan tangis dan menjerit. Hal itu karena disebabkan oleh sentuhan setan. Yang mana sebelumnya si bayi tidak pernah melihat setan didalam rahim ibunya yang suci. Dan ketika terlahir, setan akan mendekatinya. Maka dari hal itulah bagi setiap bayi yang baru lahir, disunnahkan untuk diperdengarkan adzan di telinga kanannya serta iqomah di kuping kirinya.

 

Berdasarkan pada umumnya setiap bayi yang baru lahir pasti menangis dan menjerit. Akan tetapi tidak dengan kelahiran Siti Maryam yang tanpa tangis dan jeritan yang di akibatkan oleh sentuhan setan. Sedikit dari keistimewaan ini, maka pantaslah bila Allah menobatkan Siti Maryam sebagai di antara خير نساء العلمين sebaik-baiknya perempuan pada zamannya. Bahkan dalam sebuah hadist pernah diungkapkan oleh Rasulullah bahwa Siti Maryam termasuk diantara istri-istri  Rasulullah kelak di surga. Bersambung.

 

Penulis: KH. Tamhid Tirmidzi

Tulisan pernah dimuat di Majalah Al-Asror Edisi 29

 

Tags #kiaitamhid #majalah #alasror #muatiara #alquran