Warung Tanpa Bandrol

Selasa, 17 April 2012 16:27:45 - Posting by Hasan - 1553 views

Warung Tanpa Bandrol

Malu bertanya menyesal kemudian” begitulah kata-kata yang diucapkan oleh Pak Ahmad ketika dia keluar dari sebuah warung dimana antara Pak Ahmad dengan pemilik warung tersebut tidak mengadakan kesepakatan terlebih dahulu mengenai harga makanan yang telah ia pesan, sebab ketika Pak Ahmad masuk warung dia hanya bilang “Bu..! nasi satu” kemudian pemilik warung tersebut menyediakan sesuai dengan pesanan. Permasalahan muncul ketika Pak Ahmad mau membayar makanan yang telah ia pesan, karena biaya yang harus dibayarnya itu lebih dari harga umumnya, akhirnya dengan perasaan terpaksa dan menyesal Pak Ahmad tetap membayar sesuai dengan harga yang ditentukan dari pemilik warung.

Shohibul As’ilah: Forum Balen Fiqih

 

Pertanyaan :

a.   . Tergolong aqad apakah praktek diatas ? dan bagaimana hukumnya ?

 

Jawaban:

a.    Termasuk akad transaksaksi jual beli yang tidak sah (fasid). Sementara hukum melakukan akad tersebut (iqdam) diperbolehkan, kalau berdasarkan pada dugaan kerelaan harga barang tersebut.

 

Referensi:

     تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 5 / ص 377)

     المجموع شرح المهذب - (ج 9 / ص 163)

      فتح المعين - (ج 2 / ص 8-9)

     حواشي الشرواني والعبادي (7 / 436)

     تحفة المحتاج في شرح المنهاج - (ج 5 / ص 430-433)

 

b.   Menurut pandangan fiqih berapakah tanggungan yang harus dibayar Pak Ahmad? 

 

Jawaban:

c.    Harga pada umumnya (tsamanul mitsli)

 

Referensi:

     إعانة الطالبين - (ج 3 / ص 72)

      المنثور في القواعد - الزركشي - (ج 2 / ص 328)

      الأشباه والنظائر (1 / 361)

 

 

Tags #bandrol #tanpa #warung